malam itu aku terkekek geli
saat keningku dijilat dan dicium rasa senang saat rantai tanganku digigit
bagai ingin dilerainya satu persatu
dikuis-kuis penuh manja
kemudian mengintai aku
disebalik gebar itu
petahnya dia kadang tanpa suara
hanya dengan kerlipan mata
meraih perhatian mahu berjenaka lewat malam atau pulang dari kerja selalu juga dia merebahkan tubuhnya merapati ku
lalu ku usap lembut
agar lena bersama ku
***************
dulu aku punya satu
dia yang sering ada
kala ku pulang dari sekolah
dia yang ku peluk selalu
dia tempat ku curah rasa
kala dimarah ibu
dia yang ku cari kala ku sunyi
dia teman ku
tempat ku bercerita
setia tanpa membantah
walau satu kata
sampai waktu apabila dia semakin dewasa
tindaknya kadang menggelisahkan
selalu berkelahi tidak keruan
satu masa
ku tanya ayahanda, "mana dia?" ayahanda kata, "dah mati agaknya" kecewa
memang sejak itu
Cumi tidak pulang
tidak pernah pulang
dan tidak akan pulang
aku sudah hilang teman bicara sudah hilang teman bual mesra yang ada hanya gambar yang hampir lunyai
yang sekarang ini entah di mana perlu masa mencari semula
dia
Cumi si hitam tua
teman ku bual bicara
saat ku tiada siapa
sendiri menyepi
tiada beradik di sisi
kucing ku Cumi
si jantan tua yang hitam itu
yang pernah bertakhta suatu ketika dahulu
*****************
dan seperti selalu
dia akan menyerbu
setiap kali membuka pintu
terus menuju ke kamarku
dan selepas Cumi
Mimi yang berjaya
membuatku berbual-bual bercerita
seperti mana aku lakukan
pada Cumi dahulu
Mimi si betina coklat kelabu menambat hatiku
#semoga setiap kata yang terluah setiap doa yang aku ratah, si Cumi juga si Mimi turut meng'amin'kan. kerana mereka bukan manusia seperti ku yang penuh dosa.
melodi jiwa
tatkala bicara tanpa suara 28-29031434
bandar anggerik - kk - perlop
No comments:
Post a Comment
Semua Allah punya
Terima kasih pembaca
^_^