"No disaster strikes upon the earth or among yourselves except that it is in a register before We bring it into being - indeed that, for Allah , is easy -. In order that you not despair over what has eluded you and not exult [in pride] over what He has given you. And Allah does not like everyone self-deluded and boastful -." 57:22-23

Saturday, 5 May 2012

teruskan berusaha

Hajar dan bayinya telah ditinggalkan oleh Ibrahim di lembah itu, Sunyi kini menyergap kegersangan yang membakar. Yang ada hanya pasir dan cadas yang membara. Tak ada pepohonan tempat bernaung. Tak terlihat air untuk menyambung hidup. Tak nampak insan untuk berbagi kesah. Keculai bayi itu. Ismail. Dia kini mulai menangis begitu keras karena lapar dan kehausan.

Maka Hajar pun berlari mencuba, mengais jejak air untuk menjawab tangis putra semata wayangnya. Ada dua bukit di sana. Dan dari hujung ke hujung cuba di telisiknya dengan saksama. Tak ada. Sama sekali tak ada tanda. Tapi dia terus mencari. Berlari. Bolak-balik tujuh kali. Mungkin dia tahu, tak pernah ada air di situ. Mungkin dia hanya ingin menunjukkan kesungguhannya pada Allah. Sebagaimana telah ia yakinkan sang suami, "Jika ini perintah Allah, Dia takkan pernah menyia-nyiakan kami.!"

gambar
Maka keajaiban itu memancar. Zam zam! Bukan. Bukan dari jalan yang dia susuri atau jejak-jejak yang dia torehkan di antara Safa dan Marwa. Air itu muncul justeru dari kaki Ismail yang bayi. Yang menangis. Yang haus. Yang menjejak-jejak. Dan Hajar pun takjub. Begitulah keajaiban datang. Terkadang tak terletak dalam ikhtiar-ikhtiar kita.

Mari belajar pada Hajar bahawa makna kerja keras itu adalah meunjukkan kesungguhan kita kepada Allah. Mari bekerja keras seperti Hajar dengan gigih, dengan yakin. Bahawa Dia tak pernah menyia-nyiakan iman dan amal kita. Lalu biarkan keajaiban itu datang dari jalan yang tak kita sangka atas iradah-Nya yang Maha Kuasa. Dan biarkan keajaiban itu menenangkan hati ini dari arah mana pun Dia Kehendaki.

Bekerja saja. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga. 

petikan dari Buku Dalam Dekapan Ukhwah oleh Salim A. Fillah.

***************** 

impian yang di padam 
seakan mekar semula kala membaca kisah ini
namun entahlah..
teruskan apa yang ada.
teruskan dengan apa yang didepan mata
semoga ia hadir dari arah yang tidak disangka-sangka

~bersangka baik dengan Allah setiap masa~

No comments:

Post a Comment

Semua Allah punya
Terima kasih pembaca
^_^